Liverpool Kalahkan Chelsea, Jurgen Klopp Merasa Seperti Mendapat Pukulan Keras!

Liverpool Kalahkan Chelsea, Jurgen Klopp Merasa Seperti Mendapat Pukulan Keras!
Liverpool Kalahkan Chelsea, Jurgen Klopp Merasa Seperti Mendapat Pukulan Keras!

Sang pelatih Jurgen Klopp memuji perjuangan skuad Liverpool usai mengalahkan Chelsea pada ajang Piala Super Eropa 2019, yang di adakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 dini hari tadi WIB. Pria berusia 52 tahun tersebut mempunya keyakinan jika semangat juang kedua tim layak diapresiasi.

Kedua tim tersebut sama-sama menyuguhkan permainan terbaiknya dan berakhir sama kuat dengan perolehan skor 1-1 pada waktu normal. Lalu berlanjut ke babak tambahan, dimana Liverpool sempat mengubah skor menjadi 2-1 sebelum Chelsea akhirnya membalas menjadi skor 2-2. Adu penalti tidak terelakkan.

Babak adu penalti kali ini menjadi panggung bagi kiper anyar Liverpool, Adrian. Dirinya mampu membuktikan sebagai pengganti yang tepat untuk Alisson Becker karena tidak bisa ikut serta akibat cedera yang di alaminya. Lalu Liverpool menang dengan skor 5-4.

Dan hal tersebut menjadi musim baru yang akan dimulai, Liverpool dan Chelsea sudah harus melakoni pertandingan berat lebih dari 120 menit. Inilah yang membuat Klopp kagum.

Seperti Pukulan Keras

Menurut pendapat Klopp sang pelatih, laga tersebut lebih dari sekadar laga sepak bola. Kedua tim bertarung sebaik mungkin. Mereka harus bermain lagi di Premier League yang akan di laksanakan pada akhir pekan ini, dan seharusnya fisik para pemain belum cukup kuat.

“Tidak hanya kami yang menunjukkan karakter kami, Chelsea pun menunjukkan karakter mereka. Ini seperti pertandingan tinju. Pukulan yang bagus dari kedua tim,” kata Klopp kepada BT Sport.

“Tidak ada satu pun orang di stadion yang menginginkan tambahan dua kali 15 menit lainnya, tetapi begitulah adanya. Kami melawan tim Chelsea yang sangat bagus.” ujar sang pelatih kepada bet789club.com.

Yang Penting Menang

Bagi Liverpool sendiri, laga ini merupakan laga kompetitif ketiga mereka hanya dalam wktu 10 hari. Dimulai dengan melawan Manchester City di Community Shield, melawan Norwich di Premier League, dan baru saja dini hari tadi mengalahkan Chelsea.

“Musim masih sangat dini tetapi kami sudah melewati laga kompetitif ketiga kami tanpa pramusim yang bagus,” imbuh Klopp.

“Laga ini sangat sulit bagi kedua tim. Yang penting adalah kemenangan dan pada akhirnya kami berhasil meraih itu,” tutupnya.

Frank Lampard Dan Catatan Dirinya Gagal Saat UEFA Super Cup

Frank Lampard Dan Catatan Dirinya Gagal Saat UEFA Super Cup
Frank Lampard Dan Catatan Dirinya Gagal Saat UEFA Super Cup

Berita update kali ini datang dari pelatih Frank Lampard dimana dirinya tercatat pernah punya karir yang gemilang sebagai pemain. Ada banyak gelar yang pernah dia raih. Tetapi, kali ini kami akan bicara soal UEFA Super Cup, yang tidak berpihak pada dirinya karena dia punya rekor yang buruk.

Pelatih yang saat ini berusia 41 tahun, bukan hanya ketika masih aktif dulu sebagai pemain, bahkan ketika dia sudah melatih rekor itu masih bertahan. Frank Lampard selalu kesulitan saat bermain di UEFA Super Cup.

Dan baru-baru ini kabar terbaru datang jika Frank Lampard gagal menjadi juara UEFA Super Cup 2019. Chelsea, tim yang dilatihnya, kalah melawan Liverpool lewat babak adu penalti pada laga di Vodafone Park, yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 pukul 02.00 dini hari WIB.

Dan dengan perolehan skor, Chelsea dan Liverpool bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Ketika laga dilanjutkan babak tambahan waktu, masing-masing tim menambah satu gol. Sampai akhirnya Chelsea kemudian kalah adu penalti pada perolehan skor 4-5.

Rekor Buruk Frank Lampard Di UEFA Super Cup

Dan pada babak adu penalti yang di laksanakan dini hari tadi, keberhasilan sedang berpihak pada semua penendang Liverpool dimana mereka sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara, di kubu Chelsea, ada Tamy Abraham yang tendangannya mampu diblok oleh Adrian.

Frank Lampard pun gagal membawa Chelsea menjadi juara UEFA Super Cup 2019. Bagi manajer berusia 41 tahun tersebut, berikut ini adalah catatan kegagalan ketiganya bersama Chelsea di UEFA Super Cup.

Kegagalan pertama terjadi pada tahun 2012 silam. Ketika itu, Frank Lampard masih bermain. Chelsea kalah dengan perolehan skor 1-4 atas Atletico Madrid.

Selanjutnya yang kedua, Frank Lampard kembali gagal meraih gelar UEFA Super Cup pada tahun 2013. Ceritanya hampir sama dengan tahun 2019 baru ini pada dini hari tadi. Saat itu Chelsea kalah dari Bayern Munchen lewat babak adu penalti dengan perolehan skor 4-5.

Sampai akhirnya laga berakhir dengan skor 2-2 pasca tambahan waktu.

Dominasi Liverpool

Sementara itu, kekalahan Chelsea juga menunjukkan dominasi Liverpool di pentas Eropa untuk klub-klub yang berasal dari Inggris. Bukan hanya peraih gelar Liga Champions paling banyak, The Reds juga berhasil menjadi peraih gelar UEFA Super Cup paling banyak.

Liverpool kini telah meraih empat gelar UEFA Super Cup. Gelar tersebut diraih dengan sejarah pada tahun 1977, 2001, 2005 dan yang baru kali ini 2019 ini betapa bangganya sang pelatih Liverpool Jurgen Klopp.

Liverpool hanya kalah dari AC Milan dan Barcelona yang berhasil meraih lima gelar UEFA Super Cup. Sementara itu beralih ke Real Madrid sebagai klub dengan raihan gelar juara Liga Champions paling banyak, klub ini berhasil meraih empat gelar juara UEFA Super Cup.

Liverpool vs Chelsea, Ini Dia Beberapa Nama Yang Ada Di Skuad Lengkap Untuk UEFA Super Cup

Liverpool vs Chelsea, Ini Dia Beberapa Nama Yang Ada Di Skuad Lengkap Untuk UEFA Super Cup
Liverpool vs Chelsea, Ini Dia Beberapa Nama Yang Ada Di Skuad Lengkap Untuk UEFA Super Cup

Akhirnya pertandingan final UEFA Super Cup 2019 akan mempertemukan Livepool vs Chelsea. Dimana sama-sama duel dua tim asal Inggris tersebut akan digelar di Vodafone Park, yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 dini hari WIB tepatnya pukul 02.00 pagi.

Kali ini Liverpool berlaga di UEFA Super Cup karena menyandang status juara Liga Champions 2018/19 yang lalu. Pada laga final, The Reds menang saat melawan Tottenham.

Lalu sementara itu untuk lawannya Chelsea, adalah juara Liga Europa musim 2018/19 yang lalu. The Blues menumbangkan perlawanan Arsenal pada pertandingan final. Chelsea menang dengan perolehan skor yang membanggakan yaitu 4-1 atas Arsenal.

Dan kesempatan pada laga ini, Liverpool harus mengalami kehilangan beberapa sejumlah pemain pilarnya. Sementara, Chelsea justru mendapat dua amunisi tambahan. Namun kita masih bertanya-tanya siapa yang akan menang, kira-kira Bolaneters di kubu mana nih?

Liverpool Tanpa Alisson Dan Bek Terbaik Dunia

Liverpool dipastikan tidak akan diperkuat oleh penjaga gawang utamanya yaitu, Alisson Becker. Sebab, penjaga gawang asal Brasil itu harus mengalami cedera sehingga klub harus rela pemain berusia 26 tahun harus istirahat. Jurgen Klopp sang pelatih menyebut dia akan absen dalam beberapa pekan ke depan.

Dan sebagai ganti, kabarnya The Reds bakal bertumpu pada dua penjaga gawang baru yakni Adrian dan Andy Lonergan. Kemungkinan besar Klopp akan memilih Adrian untuk berada di bawah mistar.

Tidak berhenti sampai situ saja, namun Liverpool juga akan kehilangan bek terbaik dunia Dejan Lovren. Pemain asal Kroasia tersebut dikabarkan segera pindah dan akan bergabung dengan AS Roma.

Selain nama-nama di atas, ada beberapa nama para pemain Liverpool dalam kondisi siap tempur. Berikut adalah skuad Liverpool untuk laga UEFA Super Cup 2019 :

Kiper : Adrian, Lonergan, Kelleher

Belakang : Hoever, Alexander-Arnold, Van Dijk, Gomez, Robertson, Matip

Gelandang : Henderson, Fabinho, Wijnaldum, Milner, Elliott, Keita, Oxlade-Chamberlain, Lallana, Shaqiri

Penyerang : Brewster, Firmino, Mane, Salah, Origi

NGolo Kante Dan William Masuk Skuad Chelsea

Untuk lawannya, Chelsea tidak kalah menyambut laga UEFA Super Cup 2019 dengan hasil buruk di laga Premier League, maskipun dengan kekalahan yang di peroleh 4-0 atas Manchester United. Tetapi, ada kabar baik yang diterima oleh Frank Lampard sang pelatih jelang duel lawan Liverpool.

Lampard sudah bisa memainkan N’Golo Kante secara penuh. Dia dalam kondisi yang bugar. Selain itu, William dan Antonio Rudyger juga kembali masuk dalam skuad. Kedua pemain bisa menambah kekuatan Chelsea.

Sementara, dari daftar pemain yang akan absen, ada nama Ruben Loftus-Cheek dan Callum Hudson-Odoi. Berikut adalah beberapa nama yang berada di skuad Chelsea untuk UEFA Super Cup 2019 :

Penjaga Gawang : Arrizabalaga, Caballero, Cumming

Belakang : Alonso, Rudiger, Azpilicueta, Emerson, Zouma, Christensen, Zappacosta, Tomori

Gelandang : Kenedy, Kovacic, Kante, Jorginho, Gilmour, Barkley, Mount, Pedro, Willian, Pulisic

Penyerang : Batshuayi, Giroud, Abraham

So tinggal menunggu beberapa jam lagi pertandingan tersebut akan di laksanakan mohon bersabar ya untuk para pendukung masing-masing klub. Semoga siapapun yang menjadi juara bisa tetap di terima dengan sportif.

Sumber : Situs Poker Online No. 1 di Indonesia bet789casino.com

Diincar Madrid, Van de Beek Justru Akui Bisa Bertahan Di Ajax

Diincar Madrid, Van de Beek Justru Akui Bisa Bertahan Di Ajax
Diincar Madrid, Van de Beek Justru Akui Bisa Bertahan Di Ajax

Baru-baru ini berita yang beredar datang dari Real Madrid dimana kabarnya sedang mengincar gelandang Ajax muda berusia 22 tahun, Donny van de Beek. Namun kabarnya, pemain Belanda itu mengatakan bahwa dirinya bisa bertahan di klub pada musim panas ini.

Di akui, Los Blancos sendiri memang sedang mencari gelandang baru pada bursa transfer musim panas ini. Namun, usaha mereka untuk mendapatkan pemain berusia 26 tahun, Paul Pogba dari Manchester United masih belum berhasil.

Dan kabarnya Setan Merah sudah mematok harga sebesar 150 juta pounds untuk Pogba. Hal itu membuat Madrid mundur karena tidak bisa menebus uang sebesar itu dan mereka sekarang mengalihkan perhatiannya pada pemain yang lebih muda yaitu Van de Beek.

Bursa transfer di Spanyol baru resmi ditutup pada tanggal 2 September 2019 mendatang. Itu artinya, Madrid masih punya waktu untuk mendatangkan Van de Beek namun tetap saja Madrid harus bekerja cepat agar segera tuntas.

Van de Beek pemain muda yang berhasil membawa Ajax ke semifinal Liga Champions musim lalu, dimana dirinya mengatakan bahwa saat ini tidak ada yang pasti mengenai masa depannya. Namun, ia tidak mengesampingkan untuk tetap bertahan di Amsterdam. Ia sendiri mengakui jika ia masih ingin tetap bertahan, seperti berikut ini pengakuannya.

“Mereka klub yang fantastis, tetapi Ajax juga,” kata Van de Beek kepada Ziggo Sport ketika ditanya tentang Madrid.

“Saya tidak perlu mengeluh tentang hal itu. Ada peluang bagus saya akan terus bermain di sini, tapi belum ada yang pasti.” Ujarnya kembali.

Ketika ditanya apakah sebaiknya Ajax memberikan kejelasan tentang masa depannya, Van de Beek berkata: “Saya juga berharap demikian, karena saya agak muak dengan semua pertanyaan tentang hal itu.” tandasnya.

Diharapkan Bertahan

Tidak terlepas dari itu, direktur sepakbola Ajax Marc Overmars menyuarakan keyakinannya bahwa pemain muda berusia 22 tahun, Van de Beek bisa memutuskan bertahan sedikit lebih lama lagi dengan juara Eredivisie tersebut.

“Saya tidak berpikir akan butuh waktu lama untuk semuanya menjadi jelas,” kata Overmars kepada Ziggo Sport.

Ketika ditanya apakah Van de Beek akan bertahan, dia menjawab: “Saya akan memilih ya.” tutupnya. So jawabannya tersebut masih sangat ngambang dan tidak jelas, kita tunggu saja ya Bolaneters!