Liverpool Kalahkan Chelsea, Jurgen Klopp Merasa Seperti Mendapat Pukulan Keras!

Liverpool Kalahkan Chelsea, Jurgen Klopp Merasa Seperti Mendapat Pukulan Keras!
Liverpool Kalahkan Chelsea, Jurgen Klopp Merasa Seperti Mendapat Pukulan Keras!

Sang pelatih Jurgen Klopp memuji perjuangan skuad Liverpool usai mengalahkan Chelsea pada ajang Piala Super Eropa 2019, yang di adakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 dini hari tadi WIB. Pria berusia 52 tahun tersebut mempunya keyakinan jika semangat juang kedua tim layak diapresiasi.

Kedua tim tersebut sama-sama menyuguhkan permainan terbaiknya dan berakhir sama kuat dengan perolehan skor 1-1 pada waktu normal. Lalu berlanjut ke babak tambahan, dimana Liverpool sempat mengubah skor menjadi 2-1 sebelum Chelsea akhirnya membalas menjadi skor 2-2. Adu penalti tidak terelakkan.

Babak adu penalti kali ini menjadi panggung bagi kiper anyar Liverpool, Adrian. Dirinya mampu membuktikan sebagai pengganti yang tepat untuk Alisson Becker karena tidak bisa ikut serta akibat cedera yang di alaminya. Lalu Liverpool menang dengan skor 5-4.

Dan hal tersebut menjadi musim baru yang akan dimulai, Liverpool dan Chelsea sudah harus melakoni pertandingan berat lebih dari 120 menit. Inilah yang membuat Klopp kagum.

Seperti Pukulan Keras

Menurut pendapat Klopp sang pelatih, laga tersebut lebih dari sekadar laga sepak bola. Kedua tim bertarung sebaik mungkin. Mereka harus bermain lagi di Premier League yang akan di laksanakan pada akhir pekan ini, dan seharusnya fisik para pemain belum cukup kuat.

“Tidak hanya kami yang menunjukkan karakter kami, Chelsea pun menunjukkan karakter mereka. Ini seperti pertandingan tinju. Pukulan yang bagus dari kedua tim,” kata Klopp kepada BT Sport.

“Tidak ada satu pun orang di stadion yang menginginkan tambahan dua kali 15 menit lainnya, tetapi begitulah adanya. Kami melawan tim Chelsea yang sangat bagus.” ujar sang pelatih kepada bet789club.com.

Yang Penting Menang

Bagi Liverpool sendiri, laga ini merupakan laga kompetitif ketiga mereka hanya dalam wktu 10 hari. Dimulai dengan melawan Manchester City di Community Shield, melawan Norwich di Premier League, dan baru saja dini hari tadi mengalahkan Chelsea.

“Musim masih sangat dini tetapi kami sudah melewati laga kompetitif ketiga kami tanpa pramusim yang bagus,” imbuh Klopp.

“Laga ini sangat sulit bagi kedua tim. Yang penting adalah kemenangan dan pada akhirnya kami berhasil meraih itu,” tutupnya.

Frank Lampard Dan Catatan Dirinya Gagal Saat UEFA Super Cup

Frank Lampard Dan Catatan Dirinya Gagal Saat UEFA Super Cup
Frank Lampard Dan Catatan Dirinya Gagal Saat UEFA Super Cup

Berita update kali ini datang dari pelatih Frank Lampard dimana dirinya tercatat pernah punya karir yang gemilang sebagai pemain. Ada banyak gelar yang pernah dia raih. Tetapi, kali ini kami akan bicara soal UEFA Super Cup, yang tidak berpihak pada dirinya karena dia punya rekor yang buruk.

Pelatih yang saat ini berusia 41 tahun, bukan hanya ketika masih aktif dulu sebagai pemain, bahkan ketika dia sudah melatih rekor itu masih bertahan. Frank Lampard selalu kesulitan saat bermain di UEFA Super Cup.

Dan baru-baru ini kabar terbaru datang jika Frank Lampard gagal menjadi juara UEFA Super Cup 2019. Chelsea, tim yang dilatihnya, kalah melawan Liverpool lewat babak adu penalti pada laga di Vodafone Park, yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 pukul 02.00 dini hari WIB.

Dan dengan perolehan skor, Chelsea dan Liverpool bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Ketika laga dilanjutkan babak tambahan waktu, masing-masing tim menambah satu gol. Sampai akhirnya Chelsea kemudian kalah adu penalti pada perolehan skor 4-5.

Rekor Buruk Frank Lampard Di UEFA Super Cup

Dan pada babak adu penalti yang di laksanakan dini hari tadi, keberhasilan sedang berpihak pada semua penendang Liverpool dimana mereka sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara, di kubu Chelsea, ada Tamy Abraham yang tendangannya mampu diblok oleh Adrian.

Frank Lampard pun gagal membawa Chelsea menjadi juara UEFA Super Cup 2019. Bagi manajer berusia 41 tahun tersebut, berikut ini adalah catatan kegagalan ketiganya bersama Chelsea di UEFA Super Cup.

Kegagalan pertama terjadi pada tahun 2012 silam. Ketika itu, Frank Lampard masih bermain. Chelsea kalah dengan perolehan skor 1-4 atas Atletico Madrid.

Selanjutnya yang kedua, Frank Lampard kembali gagal meraih gelar UEFA Super Cup pada tahun 2013. Ceritanya hampir sama dengan tahun 2019 baru ini pada dini hari tadi. Saat itu Chelsea kalah dari Bayern Munchen lewat babak adu penalti dengan perolehan skor 4-5.

Sampai akhirnya laga berakhir dengan skor 2-2 pasca tambahan waktu.

Dominasi Liverpool

Sementara itu, kekalahan Chelsea juga menunjukkan dominasi Liverpool di pentas Eropa untuk klub-klub yang berasal dari Inggris. Bukan hanya peraih gelar Liga Champions paling banyak, The Reds juga berhasil menjadi peraih gelar UEFA Super Cup paling banyak.

Liverpool kini telah meraih empat gelar UEFA Super Cup. Gelar tersebut diraih dengan sejarah pada tahun 1977, 2001, 2005 dan yang baru kali ini 2019 ini betapa bangganya sang pelatih Liverpool Jurgen Klopp.

Liverpool hanya kalah dari AC Milan dan Barcelona yang berhasil meraih lima gelar UEFA Super Cup. Sementara itu beralih ke Real Madrid sebagai klub dengan raihan gelar juara Liga Champions paling banyak, klub ini berhasil meraih empat gelar juara UEFA Super Cup.

Liverpool vs Chelsea, Ini Dia Beberapa Nama Yang Ada Di Skuad Lengkap Untuk UEFA Super Cup

Liverpool vs Chelsea, Ini Dia Beberapa Nama Yang Ada Di Skuad Lengkap Untuk UEFA Super Cup
Liverpool vs Chelsea, Ini Dia Beberapa Nama Yang Ada Di Skuad Lengkap Untuk UEFA Super Cup

Akhirnya pertandingan final UEFA Super Cup 2019 akan mempertemukan Livepool vs Chelsea. Dimana sama-sama duel dua tim asal Inggris tersebut akan digelar di Vodafone Park, yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 dini hari WIB tepatnya pukul 02.00 pagi.

Kali ini Liverpool berlaga di UEFA Super Cup karena menyandang status juara Liga Champions 2018/19 yang lalu. Pada laga final, The Reds menang saat melawan Tottenham.

Lalu sementara itu untuk lawannya Chelsea, adalah juara Liga Europa musim 2018/19 yang lalu. The Blues menumbangkan perlawanan Arsenal pada pertandingan final. Chelsea menang dengan perolehan skor yang membanggakan yaitu 4-1 atas Arsenal.

Dan kesempatan pada laga ini, Liverpool harus mengalami kehilangan beberapa sejumlah pemain pilarnya. Sementara, Chelsea justru mendapat dua amunisi tambahan. Namun kita masih bertanya-tanya siapa yang akan menang, kira-kira Bolaneters di kubu mana nih?

Liverpool Tanpa Alisson Dan Bek Terbaik Dunia

Liverpool dipastikan tidak akan diperkuat oleh penjaga gawang utamanya yaitu, Alisson Becker. Sebab, penjaga gawang asal Brasil itu harus mengalami cedera sehingga klub harus rela pemain berusia 26 tahun harus istirahat. Jurgen Klopp sang pelatih menyebut dia akan absen dalam beberapa pekan ke depan.

Dan sebagai ganti, kabarnya The Reds bakal bertumpu pada dua penjaga gawang baru yakni Adrian dan Andy Lonergan. Kemungkinan besar Klopp akan memilih Adrian untuk berada di bawah mistar.

Tidak berhenti sampai situ saja, namun Liverpool juga akan kehilangan bek terbaik dunia Dejan Lovren. Pemain asal Kroasia tersebut dikabarkan segera pindah dan akan bergabung dengan AS Roma.

Selain nama-nama di atas, ada beberapa nama para pemain Liverpool dalam kondisi siap tempur. Berikut adalah skuad Liverpool untuk laga UEFA Super Cup 2019 :

Kiper : Adrian, Lonergan, Kelleher

Belakang : Hoever, Alexander-Arnold, Van Dijk, Gomez, Robertson, Matip

Gelandang : Henderson, Fabinho, Wijnaldum, Milner, Elliott, Keita, Oxlade-Chamberlain, Lallana, Shaqiri

Penyerang : Brewster, Firmino, Mane, Salah, Origi

NGolo Kante Dan William Masuk Skuad Chelsea

Untuk lawannya, Chelsea tidak kalah menyambut laga UEFA Super Cup 2019 dengan hasil buruk di laga Premier League, maskipun dengan kekalahan yang di peroleh 4-0 atas Manchester United. Tetapi, ada kabar baik yang diterima oleh Frank Lampard sang pelatih jelang duel lawan Liverpool.

Lampard sudah bisa memainkan N’Golo Kante secara penuh. Dia dalam kondisi yang bugar. Selain itu, William dan Antonio Rudyger juga kembali masuk dalam skuad. Kedua pemain bisa menambah kekuatan Chelsea.

Sementara, dari daftar pemain yang akan absen, ada nama Ruben Loftus-Cheek dan Callum Hudson-Odoi. Berikut adalah beberapa nama yang berada di skuad Chelsea untuk UEFA Super Cup 2019 :

Penjaga Gawang : Arrizabalaga, Caballero, Cumming

Belakang : Alonso, Rudiger, Azpilicueta, Emerson, Zouma, Christensen, Zappacosta, Tomori

Gelandang : Kenedy, Kovacic, Kante, Jorginho, Gilmour, Barkley, Mount, Pedro, Willian, Pulisic

Penyerang : Batshuayi, Giroud, Abraham

So tinggal menunggu beberapa jam lagi pertandingan tersebut akan di laksanakan mohon bersabar ya untuk para pendukung masing-masing klub. Semoga siapapun yang menjadi juara bisa tetap di terima dengan sportif.

Sumber : Situs Poker Online No. 1 di Indonesia bet789casino.com

Diincar Madrid, Van de Beek Justru Akui Bisa Bertahan Di Ajax

Diincar Madrid, Van de Beek Justru Akui Bisa Bertahan Di Ajax
Diincar Madrid, Van de Beek Justru Akui Bisa Bertahan Di Ajax

Baru-baru ini berita yang beredar datang dari Real Madrid dimana kabarnya sedang mengincar gelandang Ajax muda berusia 22 tahun, Donny van de Beek. Namun kabarnya, pemain Belanda itu mengatakan bahwa dirinya bisa bertahan di klub pada musim panas ini.

Di akui, Los Blancos sendiri memang sedang mencari gelandang baru pada bursa transfer musim panas ini. Namun, usaha mereka untuk mendapatkan pemain berusia 26 tahun, Paul Pogba dari Manchester United masih belum berhasil.

Dan kabarnya Setan Merah sudah mematok harga sebesar 150 juta pounds untuk Pogba. Hal itu membuat Madrid mundur karena tidak bisa menebus uang sebesar itu dan mereka sekarang mengalihkan perhatiannya pada pemain yang lebih muda yaitu Van de Beek.

Bursa transfer di Spanyol baru resmi ditutup pada tanggal 2 September 2019 mendatang. Itu artinya, Madrid masih punya waktu untuk mendatangkan Van de Beek namun tetap saja Madrid harus bekerja cepat agar segera tuntas.

Van de Beek pemain muda yang berhasil membawa Ajax ke semifinal Liga Champions musim lalu, dimana dirinya mengatakan bahwa saat ini tidak ada yang pasti mengenai masa depannya. Namun, ia tidak mengesampingkan untuk tetap bertahan di Amsterdam. Ia sendiri mengakui jika ia masih ingin tetap bertahan, seperti berikut ini pengakuannya.

“Mereka klub yang fantastis, tetapi Ajax juga,” kata Van de Beek kepada Ziggo Sport ketika ditanya tentang Madrid.

“Saya tidak perlu mengeluh tentang hal itu. Ada peluang bagus saya akan terus bermain di sini, tapi belum ada yang pasti.” Ujarnya kembali.

Ketika ditanya apakah sebaiknya Ajax memberikan kejelasan tentang masa depannya, Van de Beek berkata: “Saya juga berharap demikian, karena saya agak muak dengan semua pertanyaan tentang hal itu.” tandasnya.

Diharapkan Bertahan

Tidak terlepas dari itu, direktur sepakbola Ajax Marc Overmars menyuarakan keyakinannya bahwa pemain muda berusia 22 tahun, Van de Beek bisa memutuskan bertahan sedikit lebih lama lagi dengan juara Eredivisie tersebut.

“Saya tidak berpikir akan butuh waktu lama untuk semuanya menjadi jelas,” kata Overmars kepada Ziggo Sport.

Ketika ditanya apakah Van de Beek akan bertahan, dia menjawab: “Saya akan memilih ya.” tutupnya. So jawabannya tersebut masih sangat ngambang dan tidak jelas, kita tunggu saja ya Bolaneters!

Bantah Kebatalan Gareth Bale Ke Jiangsu Suning Bukan Karena Dihalangi Keluarga!

Bantah Kebatalan Gareth Bale Ke Jiangsu Suning Bukan Karena Dihalangi Keluarga!

Kabar yang menyebut baru-baru ini soal rencana kepindahan pemain berusia 30 tahun, Gareth Bale dari Real Madrid menuju klub Tiongkok yaitu, Jiangsu Suning yang beritanya dihalangi pihak keluarga rupanya dibantah oleh agen sang pemain yang artinya berita tersebut tidak benar adanya.

Beberapa waktu lalu muncul kabar yang menyebut bahwa Bale sudah sepakat untuk bergabung dengan Jiangsu Suning. Di sana, pemain berdarah Britania Raya itu kabarnya menerima gaji mencapai 1 juta poundsterling per pekan.

Namun kepindahan Bale ke Tiongkok ini berujung dengan kegagalan untuk terwujud. Ada kabar yang menyebut Real Madrid menggagalkan transfer tersebut. Ada pula yang menyebut pihak keluarga Bale melarang sang pemain untuk berlabuh ke Tiongkok.

Bantahan Agen Gareth Bale

Kini agen Bale, Jonathan Barnett membantah kabar yang menjadi buah bibir banyak orang tersebut. Menurutnya, Bale dan keluarganya sudah siap untuk hengkang ke Tiongkok. Apapun keputusan Bale keluarga selalu berikan support penuh selagi semua yang di lakukan positif dan membawa dampak yang lebih baik untuk Bale.

“Cerita yang menyebut bahwa Gareth [Bale] atau keluarganya menjadi alasan mengapa kesepakatan tak tercapai adalah alasan yang benar-benar salah,” ujar Barnett kepada Sky Sports.

Jiangsu Suning pun akhirnya sudah terlanjur memilih untuk merekrut striker Ivan Santini dari Anderlecht. Ia mengisi pos yang sejatinya sudah disiapkan untuk Bale.

Tak Masuk Skuat Audi Cup

Situasi terkait rumor transfer ini membuat Bale tak masuk dalam skuat Real Madrid untuk ajang pramusim Audi Cup tengah pekan ini.

Real Madrid rencananya akan menjalani laga semifinal Audi Cup melawan Tottenham Hotspur. Laga ini bakal digelar pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2019 malam WIB.

Setelah laga tersebut, Bayern Munchen selaku tuan rumah bakal berlaga di partai semifinal lainnya menghadapi wakil Turki, Fenerbahce.

Keesokan harinya, tim yang kalah dari dua laga tersebut bakal bertemu di partai perebutan tempat ketiga, sedangkan dua pemenang akan bentrok memperebutkan gelar juara di partai final.

Sumber : bet789inc.com website judi online terbaik.

Eric Bailly Absen Lawan Kristiansund

Eric Bailly Absen Lawan Kristiansund

Informasi terkuak mengenai persiapan Manchester United jelang laga melawan Kristiansund. Skuat Setan Merah dipastikan tidak diperkuat oleh bek andalan mereka asal, Eric Bailly.

Semenjak awal bulan Juli ini, United menggelar tur pra musim. Mereka mengunjungi Australia dan Asia untuk mempersiapkan diri jelang musim baru yang akan bergulir.

Sejak akhir pekan lalu, United sudah kembali ke Manchester. Namun mereka bakal melanjutkan tur pra musim mereka, di mana mereka akan segera terbang ke Norwegia untuk menghadapi Kristiansund pada 30/07.

Dilansir dari situs resmi United, Solskjaer datang ke kampung halamannya dengan kekuatan nyaris penuh. Hanya Eric Bailly yang dipastikan absen pada melawa Kristiansund.

Cedera Parah

Bailly dipastikan absen pada laga melawan Kristiansund besok karena sang bek mengalami cedera yang cukup mengabsenkan dirinya dalam partai berikutnya.

Bek Timnas Pantai Gading itu mengalami kesakitan saat pertandingan melawan Tottenham di Shanghai. Oleh karenanya ia langsung ditarik keluar ketika pertandingan masih di tengah-tengah babak sedang berlangsung.

Sang bek diberitakan mengalami cedera pada bagian lututnya, dan ia harus absen sekitar satu bulan untuk memulihkan cederanya sampai mampu berkompetisi lagi.

Kondisi Yang Tidak Stabil

Daftar nama selain Bailly ada tiga pemain yang diragukan bisa tampil melawan Kristiansund besok.

Mereka adalah tiga pemain yang ikut tur pra musim United, yaitu Lee Grant, Matteo Darmian dan Romelu Lukaku. Ketiga pemain itu dinilai masih belum pulih benar dari cedera yang menyerang mereka.

Untuk Lukaku sendiri beredar kabar di Inggris bahwa ia akan segera berpindah klub dalam waktu dekat ini ke klub asal Italia.

Ujicoba Skuat

Selain Kristiansund, Manchester United berencana menggelar satu uji coba lagi. Mereka akan menutup pagelaran pra musim mereka dengan laga uji coba melawan AC Milan pada partai berikutnya.

Setelah melawan Milan, United akan mengawali musim 2019/2020 di mana mereka langsung berhadapan dengan Chelsea di partai pembuka EPL di kendang sendiri.

Transfernya Dibatalkan Pihak Klub, Gareth Bale Kecewa

Transfernya Dibatalkan Pihak Klub, Gareth Bale Kecewa

Pemain Sayap Real Madrid, Gareth Bale dikabarkan tengah marah besar terhadap manajemen Los Blancos. Ia murka karena transfernya ke Tiongkok digagalkan oleh pihak manajemen klub.

Belum lama ini Zinedine Zidane memberikan pernyataan mengejutkan terkait masa depan Bale. Ia menyebut winger Timnas Wales itu sudah tidak masuk dalam rencananya dan ia ingin sang pemain segera hengkang dari tim secepatnya.

Akhir dari pernyataan tersebut, Bale diberitakan tengah bernegosiasi dengan klub Tiongkok, Jiangsu Suning. Bale bahkan diberitakan akan mengunci transfernya ke Negeri Tirai Bambu itu dalam waktu dekat ini.

Namun The Sun mengklaim bahwa Bale saat ini tengah kecewa dan murka. Ia kesal karena transfernya ke Tiongkok dibatalkan sepihak oleh manajemen Los Blancos.

Pembatalan Yang Buruk

Menurut laporan yang di dapat, Bale sudah menyepakati pindah ke klub Tiongkok, Jiangsu Suning. Bale bahkan sudah berada di perjalanan menuju klub Tiongkok itu.

Seketika itu juga ia secara mendadak mendapatkan informasi bahwa transfernya dibatalkan. Presiden Real Madrid, Florentino Perez yang membatalkan langsung transfer tersebut.

Dikabarkan sang Presiden diberitakan ingin mendapatkan uang lebih banyak dari Suning sehingga ia membatalkan kepindahan Bale yang membuat sang pemain sangat kecewa.

Kecewa Berat

Bale dikabarkan sangat kecewa kepada manajemen klub setelah mendengar pembatalan sepihak penjualannya ke Jiangsu Suning.

Ia mengaku sangat kesal karena ia seharusnya sudah meneken kontrak berdurasi tiga tahun dengan gaji satu juta pounds per pekan di Jiangsu Tiongkok.

Untuk itu ia mengancam akan mogok main di Real Madrid musim depan dan ia hanya mau mengubah pendiriannya jika ia dijual kembali ke Suning atau Real Madrid membayar gajinya sebesar 1 juta pounds per pekan musim depan dan hal ini tentu akan menurunkan performa sang pemain secara tidak langsung

Kekalahan Telak

Los Blancos sendiri belum lama mendapatkan hasil pertandingan yang memalukan dalam ajang ICC 2019.

Mereka harus dipermalukan oleh Atletico Madrid dengan skor telak 7-3 pada akhir pekan kemarin, sungguh sangat memalukan bagi Los Blancos.

Tidak Ikut Di Laga Uji Coba, Lukaku Segera Tinggalkan Setan Merah?

Tidak Ikut Di Laga Uji Coba, Lukaku Segera Tinggalkan Setan Merah?

Rumor mengenai masa depan Romelu Lukaku di Manchester United telah beredar luas. Sang striker diyakini akan segera pindah klub setelah ia tidak masuk dalam skuat pra musim Setan Merah untuk menghadapi Kristiansund.

Semenjak akhir pekan kemarin, United sudah kembali ke kota Manchester. Mereka beristirahat sejenak setelah kurang lebih dua pekan melakoni tur di Australia dan Asia yang cukup padat.

United sendiri masih memiliki dua agenda uji coba. Uji coba terdekat mereka akan berhadapan dengan klub Norwegia, Kristiansund pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2019 tepatnya satu hari sebelum akhir bulan Juli berakhir.

Pihak Manchester United baru saja mengumumkan daftar pemain yang berangkat ke Norwegia. Namun dari daftar 26 nama tersebut, tidak ada nama Romelu Lukaku ikut di dalamnya.

Pindah Ke Klub Lain

Absennya nama Lukaku dalam daftar skuat Manchester United yang bertolak ke Norwegia ini memunculkan spekulasi bahwa ia akan segera berpindah klub lain.

Sejak awal bursa transfer dibuka, sang striker diyakini tengah mengurus kepindahannya. Ia disebut akan bergabung dari salah satu dari Tim Elit Italia Inter Milan atau Juventus dalam waktu dekat ini.

Belum lama ini sang striker mengunggah sebuah unggahan penuh kode bersama agennya, di mana ia diyakini bakal segera menuntaskan kepindahannya dari Theater Of Dream.

Jadwal Berikutnya

Setelah berhadapan dengan Kristiansund, United diagendakan akan melakukan satu kali uji coba lagi melawan AC Milan dengan skuat utama mereka.

Setelah uji coba itu selesai, mereka akan mengawali musim 2019/2020 di ajang EPL dengan menghadapi lawan berat tangguh Chelsea di kendang sendiri.

United Diminta Ikhlaskan Transfer Romelu Lukaku

United Diminta Ikhlaskan Transfer Romelu Lukaku

Mantan Legenda Manchester United, Ben Thornley menyarankan mantan klubnya untuk menjual Romelu Lukaku di musim panas ini. Thornley menilai sang striker tidak cocok dalam skema Ole Gunnar sehingga tidak menaikan performa tim.

Semenjak bergabung dengan United pada tahun 2017 silam, Lukaku memegang status sebagai penyerang utama United. Ia selalu dipercaya oleh Jose Mourinho menjadi juru kunci serangan andalan United kendati penampilannya tidak mencerminkan seorang striker tangguh.

Setelah berganti pelatih sejak Jose Mourinho sampai saat ini Ole Gunnar melatih, nasib Lukaku menjadi berubah drastis. Di era Ole Gunnar Solskjaer, penyerang 26 tahun itu kalah dengan Marcus Rashford, sehingga ia lebih sering menjadi penghangat kursi cadangan.

Di mata Thornley, lebih baik jika Lukaku berpindah klub di musim panas ini. “Saya rasa tim ini bukanlah tim yang cocok untuk Romelu Lukaku,” tandas Thornley kepada media Tribal Football.

Skema Tidak Berkembang

Thornley menilai bahwa Lukaku adalah penyerang yang bagus. Namun sayang karakteristiknya tidak cocok dengan taktik yang disiapkan oleh Solskjaer pada musim yang sudah dijalaninya.

“Dia memang menawarkan sesuatu yang berbeda untuk tim ini. Jadi jika ia bertahan sebenarnya tidak menjadi masalah untuk tim ini.” Ujarnya.

“Namun saya merasa bahwa ia tidak cocok dengan taktik Ole Gunnar yang lebih mengutamakan pergerakan dinamis dan juga serangan cepat.” Tandasnya kepada media.

Pergi Dengan Terhormat

Thornley menilai bahwa Lukaku lebih baik berpindah klub untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya serta menyelamatkan karir sepakbola profesionalnya.

“Saya rasa dia [Lukaku] sudah membuktikan bahwa ia bisa mencetak gol di musim perdananya. Kalau tidak salah ia membuat 27 gol di musim debutnya, dan saya rasa anda tidak bisa meremehkan catatan itu.”

“Di Man United, anda membutuhkan striker yang bisa mencetak 25 atau 27 gol dalam satu musim untuk menantang gelar, dan dia [Lukaku] adalah pemain United terakhir yang bisa melakukan itu. Namun saya rasa dia tidak mampu mengulangi itu lagi.” Tegasnya lembali.

Pindah Secepatnya

Menurut kabar yang beredar di Inggris, Romelu Lukaku sedikit lagi akan menuntaskan kepindahannya ke negeri Pizza Italia. Sang striker tidak masuk dalam skuat Manchester United yang bertolak ke Kristiansund untuk melakoni partai uji coba berikutnya.

Matic Ingin Jadi Kapten Setan Merah

Matic Ingin Jadi Kapten Setan Merah

Matic mengungkapkan sebuah statement yang cukup menarik. Gelandang Setan Merah itu bersedia untuk menjalankan amanat menjadi kapten Setan Merah pada musim depan.

Setan Merah memang tengah membutuhkan sosok kapten baru. Mereka baru saja ditinggal oleh kapten mereka, Antonio Valencia yang memutuskan kembali ke negara asalnya di musim panas ini.

Sampai saat ini ada beberapa nama yang dijagokan menjadi pemimpin baru United. Salah satu nama yang direkomendasikan Bryan Robson, mantan kapten MU pada saat itu adalah Nemanja Matic.

Saat ditanyakan mengenai rekomendasi Matic itu, sang gelandang mengaku siap mengambil tanggung jawab itu musim depan. “Selalu menyenangkan rasanya ketika seorang sehebat Mr.Robson mengatakan hal-hal yang baik mengenai saya,” tegas Matic kepada Goal International.

Tak Ragu Jadi Pemimpin

Matic menyadari bahwa Ia adalah salah satu pemain ini di skuat Setan Merah untuk saat ini. Untuk itu ia siap menjalankan perannya untuk menjadi pemimpin tim ini musim depan.

“Rekomendasi itu berarti besar bagi saya. Saya memang salah satu pemain paling berpengalaman dalam tim ini, dan saya akan mencoba untuk memimpin tim ini dengan cara terbaik.” Ujarnya kepada media

Pelatih Tentu Punya Alasan

Nemanja Matic sendiri mengaku tidak terlalu berambisi menjadi seorang Pemimpin tim di United. Ia menyerahkan keputusan mengenai ban kapten itu kepada sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer sang pelatih.

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Manajer harus membuat keputusan mengenai status kapten ini, dan apapun yang ia putuskan, maka kami akan merasa senang.” Tegasnya kepada media.

“Status kapten ini memang penting, namun jika kami memainkan sepakbola yang bagus dan berjuang satu sama lain, maka itulah yang terpenting.” tandas sang pemain.

Kapten Baru

Nama selain Matic, ada beberapa nama yang dijagokan menjadi kapten United musim depan. Ada nama Ashley Young, David De Gea dan Paul Pogba yang dinilai layak untuk menjadi skipper baru United untuk musim yang akan bergulir pada musim depan.